Kekuatan bersyukur Dalam Meraih Kebahagiaan ditengah Kesibukan

Dalam dinamika kehidupan modern yang penuh dengan tuntutan dan kesibukan, praktik bersyukur memiliki peran fundamental dalam membangun kesejahteraan psikologis dan emosional individu. Rasa syukur tidak hanya sekadar ekspresi penghargaan terhadap apa yang dimiliki, tetapi juga merupakan strategi adaptif yang dapat meningkatkan ketahanan mental serta mengurangi tingkat stres. Berbagai penelitian dalam bidang psikologi positif menunjukkan bahwa individu yang secara konsisten menerapkan sikap bersyukur cenderung memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, hubungan sosial yang lebih harmonis, serta kesejahteraan yang lebih stabil. Dengan demikian, mengembangkan kebiasaan bersyukur di tengah kesibukan bukan sekadar suatu pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga keseimbangan hidup dan mencapai kebahagiaan yang berkelanjutan. Materi Khutbah ini mengangkat tema kekuatan bersyukur dalam meraih kebahagiaan ditengah kesibukan.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالْمُبَادَرَةِ بِاْلاَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ وَالنَّظَرِمَاقَدَّمَتْ اَنْفُسُنَـا لِلْاٰ خِرَةِ مِنَ الْحَسَنَاتِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ أَعُوْذُ بِا اللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجَيْمِ فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah …
Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, ijinkan khatib mengingatkan kepada diri khatib pribadi dan umumnya kepada para jamaah untuk senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Hadirin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah SWT
Alhamdulilah, sudah tidak terasa sekarang berada pada tanggal 15 bulan Sya’ban tahun 1446 H, kita masih diberikan nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat selalu istiqomah dalam beribadah, nikmat panjang umur, nikmat selalu berkumpul dengan keluarga dan nikmat-nikmat yang lainnya yang begitu banyak serta tak mampu untuk mengungkapkannya lagi. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat An-Nahl/16:18,
وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia
Nikmat Allah yang begitu banyak harus menjadikan manusia lebih baik dan lebih bermakna. Bukan sebaliknya, karena dalam kehidupan yang serba instan dan cepat, banyak dari kita terjebak dalam kesibukan. Tuntutan pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sosial sering kali membuat hati terasa gelisah. Tidak sedikit dari kita yang merasa kehilangan kebahagiaan di tengah kesibukan menjadikan manusia yang kufur nikmat. Padahal Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepaka kita. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Al-Baqarah/2:152
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (Al-Baqarah/2:152)
Tafsir Ibnu Katsir menjelasan bahwa
اذْكُرُونِي، فِيمَا افْتَرَضْتُ عَلَيْكُمْ أَذْكُرْكُمْ فِيمَا أَوْجَبْتُ لَكُمْ عَلَى نَفْسِي.
Ingatlah Aku atas apa yang telah Aku wajibkan atasmu, dan Aku akan mengingatmu atas apa yang telah Aku wajibkan atasmu atas diri-Ku.
أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى بِشُكْرِهِ، وَوَعَدَهُ عَلَى شُكْرِهِ بِمَزِيدِ الْخَيْرِ،
Allah Swt. memerintahkan bersyukur dan menjanjikan pahala bersyukur berupa tambahan kebaikan dari-Nya.
Ada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Muadz bin Jabal bahwa Rasulullah SAW menggandeng tangannya dan berkata:
وَقَالَ يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ فَقَالَ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Wahai Mu’adz, demi Allah, aku mencintaimu.” Kemudian beliau berkata: “Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu’adz, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan, Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.
Selain itu Rasulullah juga perna bersabda dalam hadis qudsinya,
قَا اللهُ تَعَالىَ : يَاابْنَ اَدَمَ, اِنَّكَ مَاذَكَرْتَنِى شَكَرْتَنِى, وَاِذَامَانَسِيْتَنِى كَفَرْتَنِى (رواه الطبرانى عن ابى هريرة
“Allah berfirman ‘Wahai anak Adam, bahwa selama engkau mengingat Aku, berarti engkau mensyukuri Aku, dan apabila engkau melupakan Aku, berarti engkau telah mendurhakai Aku!’,” (HR Thabrani).
Oleh karena itu, banyaknya mengingat Allah dalam kesibukan kita, sebagai bentuk rasa syukur, dengan rasa syukur ini kita dapat meraih kebahagiaan dan bertambahnya nikmat Allah yang akan diberikan. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Ibrahim/14:7
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah
Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitab Majmu’ah Al-Fatawa, 11:135 menyatakan,
الشُّكْرُ يَكُوْنُ بِالقَلْبِ وَاللِّسَانُ وَالجَوَارِحُ وَالحَمْدُ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ بِاللِّسَانِ. وَالعَمَلُ بِطَاعَتِهِ
“Syukur haruslah dijalani dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun al-hamdu hanyalah di lisan. serta memanfaatkan nikmat untuk ketaatan.” Ibnul Qayyim
Pertama, Hati yang bersyukur adalah hati yang ikhlas menerima segala kondisi, baik suka maupun duka, hal ini didasarkan pada pada al-Qur’an surat Ali ‘Imran/3:139
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.
Kedua, syukur dengan lisan mengakui secara zhohir atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua, bentuk ungkapan itu disampaikan dengan ucapan dan kata-kata. Seperti menghindari keluhan dan lebih sering mengucapkan hal-hal positif tentang keadaan yang dimiliki saat ini, misalnya dengan mengatakan, “Saya sangat bersyukur dengan pekerjaan ini,” atau “Saya merasa sangat diberkahi dengan keluarga saya.”. hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Ad-Duha/93:11
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Ketiga, Syukur dengan seluruh anggota badan adalah wujud syukur kepada Allah yang melibatkan tindakan nyata dengan menggunakan anggota tubuh kita untuk melakukan kebaikan. Seperti syukur dengan mata, seringlah membaca al-Qur’an. Syukur dengan tangan banyak membantu saudara kita yang membutuhkan dengan bersedekah. Syukur dengan kaki dengan cara melangkah kaki ke tempat yang baik, seperti masjid, tempat pengajian, atau menuju pekerjaan yang halal. Syukur dengan lisan dengan cara selalu berkata baik dan tidak menyakitkan orang lain. Dan lain sebagainya. Syukur seluruh anggota badan akan membuat kita lebih dekat kepada-Nya dan membawa kebaikan dalam hidup kita, Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Saba’/34:13
….. اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ
“Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”
Keempat, Memanfaatkan nikmat Allah dengan ketaatan berarti menggunakan segala nikmat yang diberikan oleh-Nya untuk melakukan ibadah, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Seperti kita mendapatkan sebuah harta yang banyak maka manfaatkan untuk bersedekah dan berzakat. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Al-Baqarah/2:43
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.
Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk selalu bersyukur, menjalankan shalat berjamaah di masjid, membaca al-Qur’an, mengikuti pegajian, selalu belajar disetiap kesempatan dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan. Aamiin
بٰارَكَ اللّٰهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنٖـى وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلٰايَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمُ، وَتَقَبَّلَ مَنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهٗ اِنَّهٗ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَااَمَرَ . أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ اِرْغَامًا لِمَنْ حَجَدَ بِهٖ وَكَفَرَ . وَ أَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَاالنَّـاسُ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهٖ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللّٰهَ اَمَرَ كُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهٖ وَثَنَّـٰى بِالْمَلآئِكَةِ قُدْسِهٖ . فَقَالَ تَعَالٰى . اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَان وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّامَعَهُمْ بِرَحْمَتَكَ يٰآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَ اللّٰهِ . إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيَ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ
Oleh :
Toto Heriyanto, S.Pd.I., M.Ag.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI – Jakarta



Tuliskan Komentar