Beranda » Naskah Khutbah » Kenikmatan Yang Membinasakan

Kenikmatan Yang Membinasakan

 Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ أَعُوْذُ بِا اللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجَيْمِ

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ ١٨٢ وَاُمْلِيْ لَهُمْ ۗاِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ ١٨٣

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah …

Pada kesempatan yang pernuh keberkahan ini, ijinkan khatib mengingatkan kepada diri khatib pribadi dan umumnya kepada para jamaah untuk senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

 

Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia

Kita selaku orang tua, sering memanjakan anak-anak kita, dibelikan sesuatu yang membuatnya bahagia. Begitu juga Allah SWT pun kerap memanjakan hamba-Nya. Dalam diri kita sering menemukan kesenangan dan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Terkadang Allah memberikan kepada manusia segala kemewahan dunia padahal orang tersebut selalu berbuat maksiat dan tidak beribadah, Allah memerikan rezeki yang berlipat-lipat padahal jarang shalat, hidup dikagumi, dihormati, padahal akhlaknya bejat, sangat jarang diuji sakit padahal dosa-dosa menggunung, Allah berikan anak-anak sehat dan cerdas padahal ia memberi makan dari harta hasil main judi, riba, menipu, korupsi. Hidup bahagia penuh canda tawa, semakin tua semakin makmur padahal berkubang dosa sepanjang umur. Mereka mengira, melalui berbagai kenikmatan Allah sedang memberikan kemuliaan, padahal Allah sedang menghinakan perlahan-lahan dan bahkan membinasakan. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat al-‘Araf/7 : 182-183

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ ١٨٢ وَاُمْلِيْ لَهُمْ ۗاِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ ١٨٣

  1. Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui. 183. Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku sangat teguh.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa

وَمَعْنَاهُ: أَنَّهُ يَفْتَحُ لَهُمْ أَبْوَابَ الرِّزْقِ وَوُجُوهَ الْمَعَاشِ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى يَغْتَرُّوا بِمَا هُمْ فِيهِ وَيَعْتَقِدُوا أَنَّهُمْ عَلَى شَيْءٍ،

Makna yang dimaksud ialah, Allah membukakan bagi mereka semua pintu rezeki dan semua segi kehidupan di dunia, hingga mereka benar-benar teperdaya oleh apa yang sedang mereka alami, dan mereka berkeyakinan bahwa diri mereka mempunyai sesuatu pegangan.

 

 

Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah

Inilah yang dinamakan istridraj. Istidraj itu berasal dari إستدرج- يستدرج- إستدراجا yang berakar kata dari درج yang secara bahasa berarti tangga, meningkat, sedikit demi sedikit, tahap demi tahap, ataupun perlahan-lahan. Sedangkan menurut Buya Hamka dalam tafsirannya menjelaskan bahwa istidraj adalah Allah melakukan pembiaran atas maksiat yang mereka lakukan. Memberikan kesenangan terus-menerus yang melalaikan. Hingga pada saatnya Allah akan mencabut semua kesenangan sampai mereka termangu dalam penyesalan yang terlambat. Hal ini juga didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Dari Uqbah ibn Amir dari Nabi saw, beliau bersabda

إِذَا رَأَيْتَ اللّٰهَ يُعْطِى الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ.

“Jika kamu melihat Allah memberikan kemewahan dunia kepada hamba-Nya yang suka melanggar perintah-Nya, maka itulah yang disebut istidraj.”

 

Hadirin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah SWT

Istridraj juga pernah menimpah umat terdahulu, yakni Fir’aun dan Qarun.  Fir’aun diberikan kekuasaan, kemewahan, tetapi ia sombong dan bahkan mengaku sebagai Tuhan. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat an-Nazi’at/79 : 23-25

فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ ٢٣ فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ ٢٤ فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ ٢٥

“(23) Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya). (24) (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (25)  Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia.

Yaitu Allah tenggelamkan di laut bersama pasukannya ketika mengejar Nabi Musa dan Bani Israil.

Qarun adalah salah satu orang yang hidup pada zaman Nabi Musa as. Awalnya ia adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa. Kemudian diajarkan kepadanya oleh Nabi Musa tentang cara mengelola emas. Dalam waktu singkat, ia pun menjadi kaya raya dengan mempunyai banyak emas dan harta melimpah. Allah Swt. menceritakan bahwa Qarun pada suatu hari keluar memamerkan dirinya kepada kaumnya dengan segala kemewahan dan perhiasan yang dimilikinya, termasuk iringan kendaraannya, juga pakaiannya yang gemerlapan serta para pelayan dan para pembantu terdekatnya. Akan tetapi, lambat laun ia mulai lupa kepada Allah. Qarun dengan kelalaiannya pun dibinasakan dengan ditelan bersama harta-hartanya. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Al-Qasas/28:81

فَخَسَفْنَا بِهٖ وَبِدَارِهِ الْاَرْضَ ۗفَمَا كَانَ لَهٗ مِنْ فِئَةٍ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖوَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ ٨١

“Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.”

Dijaman sekarang ini kita juga sering menjumpai seseorang sengaja meninggalkan salat berjamaah, meninggalkan puasa, tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat, berat untuk bersedekah, jarang ikut pengajian di masjid, merasa bangga dengan apa yang dimiliki, mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah. Maka itu sebagai istidraj. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Al-An’am/6:44

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ ٤٤

Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

 Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk selalu bersyukur, menjalankan shalat berjamaah di masjid dan mengikuti pegajian. Agar kita semua terhidar dari isttidraj. Aamiin

بٰارَكَ اللّٰهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنٖـى وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلٰايَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمُ، وَتَقَبَّلَ مَنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهٗ اِنَّهٗ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .

                                                                            

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَااَمَرَ . أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ اِرْغَامًا لِمَنْ حَجَدَ بِهٖ وَكَفَرَ . وَ أَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ.  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَاالنَّـاسُ اتَّقُوااللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهٖ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللّٰهَ اَمَرَ كُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهٖ وَثَنَّـٰى بِالْمَلآئِكَةِ قُدْسِهٖ . فَقَالَ تَعَالٰى . اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا  ٥٦ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  .وَارْضَ عَنَّامَعَهُمْ بِرَحْمَتَكَ يٰآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَ اللّٰهِ . إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيَ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ

Toto Heriyanto, S.Pd.I., M.Ag.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Nun Media Berkah

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu