Beranda » Naskah Khutbah » Kepemimpinan Dalam Islam

Kepemimpinan Dalam Islam

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Oleh: Ali Ma`sum, M.Ed

Kepemimpinan Dalam Islam

 

Khutbah Pertama

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له.

وأشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

يا ايها الناس اوصيکم واياي نفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

فيا عباد الله اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Alhamdulillah … was syukru lillah … wala haula wala quwwata illa billah … hari ini ALLAH masih memberikan nikmat-nikmatnya, terutama nikmat iman dan islam, nikmat sehat wal afiat sehingga dengan nimat tersebut kita mampu menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Besar harapan dan doa kita pada hari jumat yang barokah ini, Allah SWT menerima segala amal ibadah yang sudah kita lakukan. Serta mengampuni segala kesalahan dan dosa yang telah kita kerjakan. Amin ya Rabbal Alamin.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasul kita Muhammad SAW berserta keluarga kerabatnya dan para sahabatnya.

Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhânahu wa ta’âla dan menjalankan perintah-Nya. Dengan ketakwaan yang tertanam dalam diri, setiap persoalan hidup yang kita alami insyaAllah akan memiliki jalan keluar, dan sebab ketakwaan pula rezeki akan datang kepada kita tanpa disangka-sangka.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Islam merupakan agama yang ajarannya menyeluruh dan universal. Artinya bahwa ajaran dan nilai-nilai yang dibawa oleh Nabi Muhammad bersifat menyeluruh untuk semua manusia dan mencakup semua aspek kehidupan manusia. Islam mengatur kehidupan manusia dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Dari lingkup individu hingga sosial. Dari kepemimpinan terkecil di keluarga, hingga yang besar di tingkat negara. Semuanya ada aturan dan pedomannya dalam Islam dan kesemuanya itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kemaslahatan hidup manusia. Oleh karenanya, orang yang sudah mengikrarkan dirinya tunduk dan berserah diri kepada Allah swt haruslah berpegang teguh dan tidak setengah-setengah dalam memahami dan menjalankan ajaran agama Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam surat al Baqoroh 208:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu

Dari ayat tersebut kita diingatkan bahwa janganlah kita melepaskan Islam, karena begitu mendasarnya keberadaan iman dalam diri seorang muslim. Maka tidaklah patut bagi seseorang menyatakan, bahwa dalam masalah tertentu, janganlah Islam dibawa-bawa. Sebagaimana ada satu pernyataan, “Ini masalah politik, jangan bawa-bawa agama”. Ungkapan semacam ini tidak tepat untuk seorang muslim. Sebab, bagi seorang muslim, agama tidak pernah lepas dan luput dari dirinya. Ketika mau tidur dan bangun tidur islam dibawanya, ketika mau mau makan, bahkan masuk toilet pun agama tetap dibawa, sebab di dalam toilet itu si muslim masih tetap berpegang pada aturan agama. Ada adab atau tata cara buang air dan bagaimana cara bersuci dalam Islam, sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi kalau dalam urusan toilet saja ada aturan Islam, maka tentu saja ada aturan dan pedoman dalam memilih seorang pemimpin.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Pemisahan agama dari kehidupan sosial sudah lama diupayakan oleh mereka yang tidak menginginkan nilai dan ajaran agama menjiwai kehidupan masyarakat. Dalam dunia keilmuan, ada satu tokoh pemikir politik yang bernama Nicole Machiavelli (1469-1527). Tokoh ini dianggap sebagai salah satu pemikir yang mengajak penguasa untuk berpikir praktis demi mempertahankan kekuasaanya dan melepaskan nilai-nilai moral yang justru dapat menjatuhkan kekuasaannya. Karena itu, banyak yang memberikan predikat “amoral”. Tujuan utama dari suatu pemerintahan adalah “survival” (mempertahankan kekuasaan)

Politik semacam ini melampaui nilai-nilai moral Masyarakat dan keagaaman. Dengan membuang faktor “baik dan buruk” dalam kancah politik, Machiavelli membuat saran bahwa seorang penguasa boleh menggunakan cara apa saja untuk menyelamatkan negara. Penguasa-penguasa yang sukses kata dia selalu bertentangan dengan pertimbangan moral dan keagamaan. Marvin Perry, seorang sejarawan menyatakan bahwa diantara nilai penting dari pemikiran Machiavelli adalah upayanya melepaskan pemikiran politik dari kerangka agama dan meletakkan politik semata-mata urusan ilmuan politik. Tentu paham semacam ini sejalan dengan pemikiran kaum sekuler yang selalu memisahkan agama dari urusan-urusan manusia atau publik.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kaum mulismin tentu memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan tokoh-tokoh yang dikemukakan di atas. Kaum muslim yang berpegang teguh pada ajaran dan nilai agamanya menempatkan politik sebagai bagian dari aktivitas ibadah. Karena itu, ada nilai-nilai agama yang harus dipegang ketika berpolitik. Sebab kekuasaan bukan menjadi tujuan akhir berpolitik. Tetapi, ibadah kepada Allah adalah tujuan akhirnya. Slogannya, bukan “politik untuk politik, tapi politik untuk ibadah”. Begitu juga dalam bidang lainnya termasuk dalam sains dan teknologi, perniagaan dan lain sebagainya.

Allah swt mendorong kaum muslimin untuk menjadi umat yang terbaik dan pemimpin manusia-manusia terbaik, yaitu manusia yang bertakwa. Dalam surat al Hujurot : 13 disebutkan

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa

Doa ini tentu menjadi inspirasi dan pegangan bagi orang beriman untuk berusaha menjadi yang terbaik, menjadi pemimpin-pemimpin di berbagai bidang dan sektor kehidupan. Allah menyebut kaum muslimin dengan penuh kemuliaan: Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Kamu menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan kamu beriman kepada Allah (Ali Imron:110). Rasulullah bersabda: setiap kamu adalah pemimpin dan kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kamu pimpin (Bukhari). Umat islam adalah umat yang mulia. Umat yang diserahi tugas menyebarluaskan karakter Nabinya, mewujudkan rahmatan lil alamin, memakmurkan bumi dan mewujudkan keselamatan bagi manusia di dunia dan akhirat.

Dalam pandangan Islam, wujud seorang pemimpin dalam satu organisasi atau tatanan kehidupan masyarakat sangat vital dan penting. Hal ini sebagaimana perkataan Ali bin abi thalib yang menyatakan bahwa ”kebenaran tanpa aturan akan dikalahkan dengan kebatilan yang tertata rapi”. Oleh karena itu, kepemimpinan yang baik sangat diperlukan agar suatu aturan atau organisasi berjalan dengan baik. Rasulullah juga pernah memerintahkan kita, jika anda bepergian dengan sebanyak tiga orang orang maka angkatlah salah satu darinya untuk memimpin. Itu kelompok kecil manusia, apalagi masyarakat, apalagi negara atau bangsa. Pasti mereka membutuhkan pemimpin yang mampu menggerakan anggota Masyarakat atau bangsa menuju tujuan yang sama yang telah disepakati.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Islam memberikan panduan bagaimana memilih pemimpin. Para ulama berijtihad bahwa dalam memilih pemimpin hendaknya memperhatikan kriteria dasar seorang pemimpin seperti; 1) fathonah (cerdas, cerdik, segera bisa menemukan solusi jika menemukan problem), 2) amanah (dapat dipercaya), 3) shiddiq (jujur), 4) tabligh (komunikatif, santun, mudah dipahami, menyampaikan kebenaran). Ke empat kriteria ini sangat mendasar yang harus dijadikan panduan dan pedoman oleh orang muslim dalam memilih pemimpin.

Ulama juga berijtihad bahwa dalam memilih pemimpin kaum muslimin perlu memperhatikan keadaan calon pemimpinya;

  • Jika calon pemimpin semuanya orang baik, orang beriman maka hendaknya kaum muslimin memilih yang terbaik dari yang ada. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada masa-masa khulafaurrasyidin dimana para sahabat memilih dan mengangkat pemimpin yang terbaik di antara mereka
  • Namun, jika didapati bahwa calon-calon pemimpin tersebut memiliki karakter atau kecenderungan kepada hal-hal yang negative, zalim dan menyimpang maka hendaknya orang beriman memilih yang paling sedikit/kecil kecenderungannya terhadap kezalimannya atau mudharatnya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Dengan memahami dengan baik dan benar tentang urgensi atau pentingnya pemimpin dan kepemimpinan dalam Islam serta bagaimana memilih pemimpin sebagaimana dianjurkan oleh para ulama suatu masyrakat akan mendapatkan pemimpian yang bertakwa dan berkualitas. Pemimpin yang berkualitas yang memenuhi kriteria fathonah, Amanah, shiddiq dan tabligh akan menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan, baik aturan agama maupun aturan yang telah disepakati bersama seperti undang-undang.

Kepemimpinan dalam islam bukan hanya tentang bagaimana menduduki dan mempertahankan suatu kedudukan atau kekuasaan, namun bagaimana dengan kepemimpian tersebut nilai-nilai dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin terwujud dalam tatanan kehidupan manusia. Maka dari itu, hendaknya kaum muslimin cermat dan teliti dalam memilih pemimpin karena ia akan memberikan dampak langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan di Masyarakat atau bangsa. Wallahu alam bis showab.

Semoga Allah swt selalu memberikan kita taufiq dan hidayahnya agar kita dapat istiqomah mengamalkan keseluruhan ajaran agama Islam kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun hingga ajal menjemput dalam keadaan husnul khotimah.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah Ke Dua

الحمد لله حمدا كثيرا كما أمر فانتهوا عما نهى وحذر. اشهد أن لا إله إلا الله الواحد القهار وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد الأبرار وعلى أله وًأصحابه وسلما تسليما كثيرا.

يا ايها الناس اوصيکم واياي نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون

قال تعالى:  ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

وقال أيضا : ومن يتق الله يجعل له مخرجا. ومن يتق الله الله يكفر عنه سيئاته ويُعظِم له أجرا

ثم اعلموا أن الله أمركم بالصلاة والسلام على رسوله

فقال : إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما . اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات ألاحياء منهم والأموات أنك سميع قريب مجيب  الدعوات

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

اللهم أعز الاسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين أعداءك أعداء الدين

اللهم اصلح ولاة المسلمين واهدهم إلى صراطك المستقيم. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عباد الله إن الله يأمر بالعدل والاحسان وإيتاء ذي القربي وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكرالله أكبر … أقم الصلاة

 

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Nun Media Berkah

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu