Beranda » Naskah Khutbah » Masjid Berdaya, Masyarakat Sejahtera: Universtias YARSI Unggul dalam Cetak Digital di Desa Kadumaneuh Kec. Banjar Kab. Pandeglang

Masjid Berdaya, Masyarakat Sejahtera: Universtias YARSI Unggul dalam Cetak Digital di Desa Kadumaneuh Kec. Banjar Kab. Pandeglang

Pandeglang, Banten – Memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas YARSI kembali hadir di Desa Kadumaneuh, Kecamatan Banjar, Pandeglang. Kali ini, fokusnya adalah program “Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid dalam Meningkatkan Penghasilan Masyarakat Melalui Cetak Digital.” Inisiatif ini merupakan langkah lanjutan, memperkaya keterampilan warga dalam industri kreatif digital.

Dra. Siti Marhamah, M.Ag., Ketua Pelaksana PKM, menjelaskan bahwa program ini adalah evolusi dari pelatihan sablon digital sebelumnya. Kini, para peserta dibekali pengetahuan mendalam tentang dua teknologi kunci: printer tinta sublimasi dan tinta DTF (Direct-to-Film). Beliau merinci keunggulan dan karakteristik unik dari masing-masing jenis tinta ini. Tinta sublimasi, misalnya, dikenal mampu menyatu sempurna dengan serat kain poliester melalui panas, menghasilkan cetakan yang sangat awet. Sementara itu, tinta DTF menawarkan fleksibilitas untuk berbagai jenis kain, termasuk katun, dengan hasil cetakan yang lebih detail dan tajam.

Sebagai wujud dukungan konkret, di akhir sesi penjelasannya, Ibu Siti Marhamah menyerahkan sebuah printer yang telah dimodifikasi dengan tinta sublimasi kepada perwakilan Remaja. Harapannya, fasilitas ini dapat menjadi katalis bagi ekonomi berbasis masjid, membuka pintu peluang bagi para pemuda desa untuk berkarya, berwirausaha, dan pada akhirnya, menekan angka pengangguran.

Dra. Siti Nur Riany, M.Ag., salah satu anggota tim, turut menambahkan dimensi penting dari program ini. Menurutnya, masjid sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga harus mampu bertransformasi menjadi sentra pendorong perekonomian masyarakat di sekitarnya. Konsep ini memperkuat peran masjid sebagai jantung komunitas yang multidimensional.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Anggota tim lainnya, Etty Widayanti, S.Si. M.Biotech, mengingatkan para peserta tentang pentingnya kehati-hatian dalam mengoperasikan mesin cetak digital. “Meski terlihat mudah, mesin sablon digital dapat mencapai suhu ekstrem, hingga 170°C,” jelasnya. Peringatan ini disampaikan agar peserta selalu waspada demi menghindari risiko luka bakar.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Kadumaneuh, Dody Ramdhoni, S.Pd., M.Si. Beliau menyambut baik program berkelanjutan dari Universitas YARSI ini. “Masyarakat kami sudah mulai menerima pesanan kaos dari lingkungan sekitar,” ungkapnya. Ditambah dengan bantuan printer sublimasi dari tim PKM, proses produksi cetak digital kini menjadi jauh lebih efisien dan prospektif.

Antusiasme peserta sangat terasa. Muhamad Rafli, salah satu peserta, menyampaikan testimoninya, “Materi yang disampaikan sangat menarik dan bermanfaat bagi masyarakat desa.” Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi titik tolak bagi Desa Kadumaneuh menuju masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Program PKM ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan investasi dalam pengembangan potensi lokal. Dengan perpaduan keterampilan teknis dan nilai-nilai keagamaan, diharapkan Desa Kadumaneuh dapat menjadi contoh nyata bagaimana masjid dan inovasi digital bersinergi untuk kesejahteraan bersama. Melalui pendekatan berbasis masjid dan teknologi tepat guna, kegiatan PKM ini berhasil membangun sinergi antara spiritualitas dan pemberdayaan ekonomi. Harapannya, program ini dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain dalam memberdayakan potensi warganya dengan nilai-nilai Islami yang aplikatif.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Nun Media Berkah

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu