Beranda » Naskah Khutbah » Menu Spesial Bulan Ramadhan (Ibadah Tenang Kerjaan Lancar)

Menu Spesial Bulan Ramadhan (Ibadah Tenang Kerjaan Lancar)

Menu Spesial Bulan Ramadhan
(Ibadah Tenang Kerjaan Lancar)

 

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، الْقَائِلِ فِيْ كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ.  أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ . وَ أَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ قَامِعُ الطُّغْيَانِ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  ۨالْهَادِى اِلَى الرَّحْمٰنِ . وَ عَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ . اَمَّابَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَ إِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ أَعُوْذُ بِا اللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجَيْمِ اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ ٤

 Ma’asyirol muslimin rahimakumullah …

Alhamdulillah, pada kesempatan yang penuh berkah ini kita semua masih dikaruniai sehat jasmani dan rohani sehingga sanggup menunaikan kewajiban, baik shalat Jum’at maupun puasa Ramadhan. Semoga kita semua mampu bisa untuk memperbaiki dan berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan berusaha melaksanakan segala apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Semoga kepatuhan kita dalam melaksanakan perintah dan menghindari larangan-Nya kian hari semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Amin

Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia

Tidak terasa saat ini kita sedang berada pada hari Jum’at pertama di bulan Ramadhan. Ramadhan diambil dari kata (رَمِضَ), yang berarti panas. Para ulama kemudian menjadikan makna panas pada kata “ramadhan” dengan arti membakar atau menghapus semua dosa-dosa orang yang berpuasa pada bulan tersebut. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Hurairoh ra. Bahwa Rasullah SAW bersabda,

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إلى الجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إلى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ ما بيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الكَبَائِرَ.

Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, menghapuskan apa yang ada di antara keduanya jika menghindari dosa besar.

 Timbul pertanyaan? Kenapa Allah SWT akan menghapus dosa bagi orang yang selalu taat melaksanakan shalat 5 waktu, shalat jum’at dan puasa pada bulan Ramadhan. Dalam syarah hadis dijelaskan bahwa

خُلِقَ الإنسانُ ضَعيفًا، يُخطِئُ ويُذنِبُ، ويَغلِبُه الشَّيطانُ والنَّفسُ، وقد جعَلَ اللهُ تَعالَى له أُمورًا تُكفِّرُ السَّيِّئاتِ إذا اجْتَنَبَ الكَبائرَ، ومنها أداءُ العِباداتِ بشُروطِها.

Manusia diciptakan dalam keadaan lemah, berbuat khilaf dan berbuat dosa, serta dikuasai setan dan ruh. Allah SWT telah menciptakan untuknya sesuatu yang bisa menghapuskan dosa jika ia terhindar dari dosa besar, termasuk menunaikan ibadah sesuai dengan kondisinya.

 Ramadhan bulan yang Allah istimewakan. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Imam Bukahri dari Abu Hurairoh ra. Bahwa Rasullah SAW bersabda,

  كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

Ramadhan adalah bulan yang mulia. Karena didalam bulan ini diturunkannya al-Qur’an. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat Al-Baqarah/2 :185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah Swt. memuji bulan Ramadan di antara bulan lainnya karena semua kitab diturunkan pada bulan ini. Lembaran-lembaran Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan, kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan, kitab Zabur diturunkan pada tanggal dua belas Ramadan, kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan, sedangkan  Al-Qur’an diturunkan pada pertengahan bulan Ramadan ke langit dunia dari tempat asalnya, yaitu Baitul ‘Izzah. Kemudian diturunkan kepada Rasulullah Saw. secara berangsur-angsur.

 

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah …

Keutamaan bulan Ramadhan sudah sejatinya kita banyak berinteraksi bersama Al-Qur’an. Kita harus mampu mewujudkan dan memaksimalkan ibadah. Membaca Al-Qur’an menjadi salah satu di antara ibadah yang sangat dianjurkan dan menjadi menu spesial di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari an-Nu‘man ibn Basyir, Rasulullah bersabda:

 قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

“Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.”

Dengan demikian, intensitas membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita. Apalagi dibaca dengan kualitas tartil yang unggul. Hal ini didasarkan pada Al-Qur’an surat Al-Muzzammil/73:4

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ ٤

“atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”

Dalam tafsir As-Sa’adi dijelaskan bahwa sepertiga malam tidak hanya dikhusukan untuk shalat malam tetapi lebih dari itu untuk membacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan dengan memenuhi makhraj dan tajwidnya bisa mendatangkan perenungan, pemikiran, bisa menggerakan kalbu.

Selain membaca al-Qur’an, kita juga harus berusaha agar puasa kita tidak prematur. Sah  secara fiqih yaitu hanya dapat menahan lapar dan dahaga saja akan tetapi pahalanya tidak kita peroleh. Hal ini berdasarkan hadits diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i bahwa nabi saw bersabda

 كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga”

Dalam kitab al-Fawâidul Mukhtârah lî Sâliki Tarîqil Âkhirah karya Habib Zain bin Smith bahwa bahwa gugurnya pahala orang yang berpuasa adalah sebagai berikut.

Pertama, melakukan dosa-dosa yang bisa menggugurkan pahala. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Ad-Dailami Nabi saw pernah bersabda,

خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ: الغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالكَذِبُ، وَالنَّظَرُ بِالشَّهْوَةِ، وَاليَمِيْنُ الكَاذِبَةُ

 “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu”

 

Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Semoga Allah swt selalu membimbing kita untuk selalu istiqomah dalam melaksanakan ibadah, membaca al-Qur’an dan mengamalkannya serta menghindari segala perbuatan maksiat, sehingga puasa kita menjadi puasa yang berkualitas dan diterima oleh Allah swt. Amin

بٰارَكَ اللّٰهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنٖـى وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلٰايَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمُ، وَتَقَبَّلَ مَنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهٗ اِنَّهٗ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .

 

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَااَمَرَ . أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ اِرْغَامًا لِمَنْ حَجَدَ بِهٖ وَكَفَرَ . وَ أَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ.  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَاالنَّـاسُ اتَّقُوااللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهٖ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللّٰهَ اَمَرَ كُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهٖ وَثَنَّـٰى بِالْمَلآئِكَةِ قُدْسِهٖ . فَقَالَ تَعَالٰى . اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا  ٥٦ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَان وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ  .وَارْضَ عَنَّامَعَهُمْ بِرَحْمَتَكَ يٰآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.  اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ  يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ

Oleh : Toto Heriyanto, S.Pd.I., M.Ag.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI-Jakarta

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Nun Media Berkah

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu