Meraih Hidup Penuh Karismatik Dan Ketenangan
Meraih Hidup Penuh Karismatik Dan Ketenangan
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah
Pada kesempatan yang pernuh keberkahan ini, ijinkan khatib mengingatkan kepada diri khatib pribadi dan umumnya kepada para jamaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah swt dan juga meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. Syukur yang kita kuatkan dalam hati akan menjadi bahan bakar bagi kita dalam mengarungi kehidupan dengan penuh kepasrahan dan tawakal kepada Allah sekaligus menjadi motivasi untuk meraih rahmat-Nya. Ketakwaan kepada Allah yang meningkat akan menjadi rambu-rambu dan juga bekal dalam menjalani kehidupan. Karena jika ketakwaan terpatri kuat dalam diri, maka kita akan mampu menjalankan perintah-perintah Allah serta kuat untuk menjauhi apa yang dilarang oleh Allah.
Semoga dengan menguatnya rasa syukur dan meningkatnya ketakwaan kepada Allah kita semua akan menambah keberkahan dalam kehidupan, diberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi serta mendapatkan rezeki yang melimpah dari arah yang kita tidak sangka-sangka.
Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia
Kehidupan yang kita jalani saat ini adalah sebuah perlombaan, karena faktanya kita menemukan banyak kegiatan-kegiatan dalam hidup yang akan membawa kita ke arah yang lebih baik. Yakni untuk menjadi manusia yang penuh karismatik dan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan ini.
Lalu bagainama cara kita agar menjadi manusia yang penuh karismatik dan tenang dalam menjalani hidup ini? Pertama, harus menjadi orang yang rendah hati dan sering mengucapkan salam apabila bertemu dengan saudara atau sahabat kita. Hal ini didasarkan pada Al-Furqan/25:63.
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ٦٣
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,”
Hadirin jamaah jum’at yang dirahmati Allah
Dalam tafsir Ibnu Katsir karya Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir menjelaskan bahwa ( الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا )
أَيْ: بِسَكِينَةٍ وَوَقَارٍ مِنْ غَيْرِ جَبَريةٍ وَلَا اسْتِكْبَارٍ
Yaitu dengan langkah yang tenang dan anggun, tidak sombong, dan tidak angkuh.
أَيْ: إِذَا سَفَّهُ عَلَيْهِمُ الْجُهَّالُ بِالسَّيِّئِ، لَمْ يُقَابِلُوهُمْ عَلَيْهِ بِمِثْلِهِ، بَلْ يَعْفُونَ وَيَصْفَحُونَ، وَلَا يَقُولُونَ إِلَّا خَيْرًا، كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزِيدُهُ شِدَّةُ الْجَهْلِ عَلَيْهِ إِلَّا حِلْمًا،
Yaitu dengan langkah yang tenang dan anggun, tidak sombong, dan tidak angkuh.
أَيْ: إِذَا سَفَّهُ عَلَيْهِمُ الْجُهَّالُ بِالسَّيِّئِ، لَمْ يُقَابِلُوهُمْ عَلَيْهِ بِمِثْلِهِ، بَلْ يَعْفُونَ وَيَصْفَحُونَ، وَلَا يَقُولُونَ إِلَّا خَيْرًا، كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزِيدُهُ شِدَّةُ الْجَهْلِ عَلَيْهِ إِلَّا حِلْمًا،
Ketika orang-orang bodoh menghina mereka dengan kejahatan, maka mereka tidak membalasnya dengan hal yang semisal, melainkan memaafkan, dan tidaklah mereka mengatakan perkataan kecuali yang baik-baik. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw., semakin orang jahil bersikap keras, maka semakin pemaaf dan penyantun pula sikap beliau.
Kedua, tidak terlalu banyak tertawa. Memang tertawa itu bagaikan garam dalam kehidupan, tertawa boleh-boleh saja, asalkan tidak dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan hidupnya apalagi sambai terbahak-bahak dan langit-langit mulut terlihat. Hal ini didasarkan dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi ada hadis yang diriwayatkan oleh muttafaq ‘alaih
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مُسْتَجْمَعاً قَطُّ ضَاحِكَاً حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ ، إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ . مَتَفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Aisyah dia berkata: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak sehingga langit-langit mulutnya terlihat, sesungguhnya beliau hanya tersenyum.”
Selain itu, Terlalu banyak tertawa akan membuat keras hati bahkan bisa mematikan hati. Hati sulit menerima kebenaran dan tersentuk dengan kebaikan dan kelembutan. Hali ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda
وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ
“Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.”
Hadirin jamaah jum’at yang berbahagia
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita menjadi insan yang penuh karismatik dan tenang dalam mengarungi kehidupan dengan selalu rendah hati dan tersenyum sehingga terhindar dari merendahkan orang lain dan tertawa yang berlebihan. Aamiin
بٰارَكَ اللّٰهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنٖـى وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلٰايَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمُ، وَتَقَبَّلَ مَنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهٗ اِنَّهٗ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَااَمَرَ . أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ اِرْغَامًا لِمَنْ حَجَدَ بِهٖ وَكَفَرَ . وَ أَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ اْلخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَاالنَّـاسُ اتَّقُوااللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهٖ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللّٰهَ اَمَرَ كُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهٖ وَثَنَّـٰى بِالْمَلآئِكَةِ قُدْسِهٖ . فَقَالَ تَعَالٰى . اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمِ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .وَارْضَ عَنَّامَعَهُمْ بِرَحْمَتَكَ يٰآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَ اللّٰهِ . إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيَ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ
Toto Heriyanto, S.Pd.I., M.Ag.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI – Jakarta




Tuliskan Komentar