Kontekstualisasi Kaum Nabih Terdahulu dan Relevansinya dengan Kehidupan Modren
Harga aslinya adalah: Rp120,000.Rp90,000Harga saat ini adalah: Rp90,000.
Diskon 25%Alasan berbelanja di Nun Media Berkah
- Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
- Garansi uang kembali
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
| Kategori | Islam |
|---|
Deskripsi
| Judul | : | Kontekstualisasi Kaum Nabih Terdahulu dan Relevansinya dengan Kehidupan Modren |
| Penulis | : | Ahmad Lizar Harahap |
| ISBN | : | 978-623-94292-8-7 |
| Halaman | : | 201 halaman |
| Terbit | : | Oktober 2022 |
| Sampul | : | SoftCover |
Sinopsis
Membuat klasifikasi jejak historis kaum ‘Ad dan Tsamud dalam al-Qur’an; Menjelaskan tafsir terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang mengisahkan kaum ‘Ad dan kaum Tsamud; dan Menganalisis relevansi antara kisah kaum ‘Ad dan kaum Tsamud dalam al-Qur’an dengan realitas kehidupan manusia kontemporer.
Pembahasan dalam buku ini adalah: Pertama; Nafsu untuk mengumpulkan kekayaan menciptakan keserakahan. Konsekuensi negatif dari keserakahan ini sebenarnya sangat besar. Akibat sifat rakus seseorang, banyak orang, usahanya menjadi mati. Sifat keserakahan membuat keadilan semakin sulit didapat. Kedua, Kesombongan adalah Awal Malapetaka bagi Umat Manusia. Kaum Ad dan kaum Tsamud adalah orang-orang yang bangga menerima kebenaran yang disampaikan Nabi Soleh. Sombong (takabbur) adalah perasaan di dalam hati seseorang bahwa dirinya hebat, memiliki kelebihan dibandingkan orang lain, misalnya merasa lebih dalam pada ilmu, kekayaan, keindahan atau sebagainya. Ketiga, Iri hati dan Dengki; Iri hati atau cemburu berarti berharap kesenangan orang lain akan hilang, padahal kesenangan itu tidak harus diteruskan kepada si pendengkur. Penyakit ini bermula dari ketidaksukaannya menjadi sama dengan orang lain; dia ingin tampil lebih tinggi dan lebih istimewa. Ketika orang lain mendapatkan kesenangan yang membuatnya terlihat istimewa, orang tersebut menjadi terluka, karena dia merasa ada sesuatu yang setara atau lebih tinggi darinya. Keempat, Penolakan Kebenaran. Dari penolakan Tsamud atas dakwah yang dibawa oleh Nabi Saleh AS, Allah membawa siksaan kepada mereka berupa bencana alam yang menimpa mereka.
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan






Ulasan
Belum ada ulasan.