Rekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Khalîfah
Harga aslinya adalah: Rp150,000.Rp120,000Harga saat ini adalah: Rp120,000.
Diskon 20%Stok habis
Alasan berbelanja di Nun Media Berkah
- Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
- Garansi uang kembali
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
| Kategori | Islam |
|---|

Deskripsi
| Judul | : | Rekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Khalîfah |
| Penulis | : | Dr. Ir. K.H. Narmodo Rachmani, M.Ag. |
| ISBN | : | 978-623-99579-4-0 |
| Halaman | : | 350 halaman |
| Terbit | : | Juni 2022 |
| Sampul | : | SoftCover |
| Harga | : | Rp. 120.000,00 |
Sinopsis
Buku ini membuktikan bahwa metodologi penafsiran yang meliputi: sumber penafsiran berupa relasi antar teks-akal-realitas itu bersifat struktural dan deduktif, jumlah mufassir bersifat individual, dan penyajian penafsiran berbentuk linier-atomistik (tartîb mushafî) serta menggunakan pendekatan tekstualis-literalis (tafsir klasik) dan kontekstualis-literalis (tafsir kontemporer), dari keempat hal tersebut belum bisa diperoleh weltanschauung khalîfah. Sebaliknya disertasi ini juga membuktikan bahwa dengan rekonstruksi metodologi meliputi: sumber penafsiran relasi antar teks-akal-realitas yang berbentuk fungsional dan dialektik, jumlah mufassir yang bersifat kolektif (tafsîr jama‘i) dan penyajian penafsiran berbentuk tematik (maudhu‘i) dengan menggunakan pendekatan penafsiran kontekstualis-interdisipliner, maka dapat di-create produk tafsir khalîfah bersifat weltanschauung.
Buku ini sependapat dengan mufassir al-Qurthubî (w. 671 H / 1273 M) dan Wahbah az-Zuhailî (w. 1436 H / 2015 M) yang menyatakan bahwa Abû Bakar (w. 13 H / 634 M), ‘Umar bin al-Khaththâb (w. 23 H / 644 M), ‘Utsmân bin ‘Affân (W. 35 H / 656 M) dan ‘Alî bin Abî Thâlib (w. 40 H / 661 M) merupakan khalîfah yang dimaksud Al-Qur’an, sebab mereka memenuhi prinsip hakikat khalîfah yang merupakan satu kesatuan kemampuan yang utuh meliputi, menuntut dan mengamalkan ilmu, berbuat adil, menerima ujian, mampu menegakkan kerimanan, memperjuangkan kekuasaan, menegakkan ketauhidan, melakukan perbaikan, dan mengemban amanah.
Buku ini tidak sependapat dengan pandangan ath-Thabarî (w. 310 H / 923 M) yang menyatakan bahwa setiap kekuasaan tertinggi (sulthân al-a‘zham) adalah merupakan khalîfah yang sah, juga tidak sependapat dengan pandangan al-Qurthubî (w. 671 H / 1273 M) yang menyatakan bahwa QS. Al-Baqarah [2]: 30 menjadi dasar hukum pengangkatan pemimpin/khalîfah. Demikian juga tidak sependapat terhadap penafsiran Wahbah az-Zuhailî dalam ayat QS. An-Nûr [24]: 55 yang menyatakan bahwa kekuasaaan Banî Umayyah (41-132 H / 661-749 M), Banî ‘Abbâsiyah (132-656 H / 861-1258 M), dan Daulah ‘Utsmâniyah (923-1342 H / 1517-1923 M) adalah khalîfah yang dimaksud Al-Qur’an, disebabkan ketiganya menggunakan sistem suksesi kepemimpinan turun-temurun yang bertentangan dengan hakikat khalîfah yakni: berbuat adil dan tidak mengikuti hawa nafsu.
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan
Rekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Khalîfah
Stok habis






Ulasan
Belum ada ulasan.