Kanonisasi Al-Qur’an Perspektif Sarjana Muslim Dan Barat
Harga aslinya adalah: Rp120,000.Rp90,000Harga saat ini adalah: Rp90,000.
Diskon 25%Stok habis
Alasan berbelanja di Nun Media Berkah
- Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
- Garansi uang kembali
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
| Kategori | Islam |
|---|
Deskripsi
| Judul | : | Kanonisasi Al-Qur’an Perspektif Sarjana Muslim Dan Barat |
| Penulis | : | Istajib |
| ISBN | : | 978-623-94292-6-3 |
| Halaman | : | 193 halaman |
| Terbit | : | Oktober 2021 |
| Sampul | : | SoftCover |
| Harga | : | Rp. 90.000,00 |
Sinopsis
Kanonisasi Al-Qur’an merupakan salah satu tema menarik dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Beragam kajian dan penelitian dilakukan untuk mendiskusikan tentang kanonisasi Al-Qur’an. Kajian ini dimaksudkan untuk menelaah dan membandingkan gagasan Arthur Jeffery dan ‘Abdush Shabûr Syâhîn yang memiliki reputasi penting dalam studi tentang kanonisasi Al-Qur’an.
Buku ini menunjukkan bahwa kajian studi Al-Qur’an selalu mengantarkan minat yang besar di kalangan sarjana Muslim dan Barat. Dalam tradisi keilmuan Barat kanonisasi Al-Qur’an termasuk salah satu studi paling penting yang selalu diminati. Kendati demikian pandangan sarjana Barat tentang kanonisasi Al-Qur’an sangat beragam dan berbeda.
Selain itu buku ini memperlihatkan adanya perbedaan dan persamaan dalam pemikiran Arthur Jeffery dan ‘Abdush Shabûr Syâhîn. Arthur Jeffery memahami kanonisasi Al-Qur’an sebagai proses yang belum selesai. Sementara ‘Abdush Shabûr Syâhîn berpendapat sebaliknya. Namun dalam konteks yang lebih luas mereka sepakat adanya proses kanonisasi Al-Qur’an yang berlangsung pada masa Abû Bakar dan Usman.
Dalam buku ini juga memperlihatkan perbedaan pendekatan yang dapat melahirkan perbedaan kesimpulan. Hal ini terlihat dari pendekatan Arthur Jeffery yang fokus utamanya adalah sumber tulisan. Sementara ‘Abdush Shabûr Syâhîn, tidak hanya bertumpu pada sumber tulisan tapi juga bertolak pada transmisi lisan. Bagi Arthur Jeffery banyaknya ragam qirâah diakibatkan oleh tulisan Al-Qur’an yang tidak bertanda diakritikal sementara bagi ‘Abdush Shabûr Syahîn transmisi lisanlah yang berperan penting dalam pembacaan Al-Qur’an.
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan
Kanonisasi Al-Qur’an Perspektif Sarjana Muslim Dan Barat
Stok habis






Ulasan
Belum ada ulasan.