Beranda » Naskah Khutbah » Pagi Sehat, Silaturahmi Makin Dekat: Ayo Gabung Bersama Badminton YARSI!

Pagi Sehat, Silaturahmi Makin Dekat: Ayo Gabung Bersama Badminton YARSI!

Suasana ceria dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan Universitas YARSI seusai bermain badminton. Raket boleh lelah, tetapi senyum tetap maksimal.

 

Jakarta – Kalau Rabu dan Jumat pagi biasanya identik dengan persiapan masuk kantor, membuka laptop, atau masih bernegosiasi dengan alarm, ada pemandangan berbeda di Universitas YARSI.

Mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, sejumlah dosen dan tenaga kependidikan (tendik) sudah lebih dulu berkeringat di lapangan badminton.

Bukan karena dikejar deadline. Bukan pula karena ada rapat mendadak.

Mereka sedang mengejar shuttlecock.

 

Kegiatan badminton rutin ini bukan sekadar menjadi sarana berolahraga, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Raket beradu, kok beterbangan, keringat bercucuran, sementara tawa dan candaan antarpemain membuat suasana pagi semakin akrab. Di balik manfaatnya bagi kebugaran tubuh, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi dosen dan tenaga kependidikan Universitas YARSI. Silaturahmi  merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Karena itu, badminton pagi di Universitas YARSI memiliki manfaat ganda: badan menjadi lebih sehat, hubungan antarsesama juga semakin dekat.

Siapa tahu, dari satu pertandingan badminton lahir obrolan yang menyenangkan, dari obrolan tumbuh keakraban, dan dari keakraban tercipta suasana kerja yang semakin nyaman.

 

Pimpinan Turun Lapangan?

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh dosen dan tendik. Jajaran pimpinan Universitas YARSI pun ikut turun langsung ke lapangan.

Prof. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si. Selaku Wakil Rektor IV Universitas YARSI, termasuk yang sangat rajin hadir. Hampir setiap jadwal badminton, beliau turut meramaikan pertandingan.

Ada pula Wakil Rektor II Universitas YARSI, Ahmad Rusdan H. Utomo, Ph.D, yang ikut bermain dan membuat suasana semakin akrab.

 

Ada Juara Bertahan, Katanya Tidak Pernah Terkalahkan

Setiap lapangan tentu punya legenda.

Badminton pagi YARSI juga punya.

Ada seorang pemain yang sampai sekarang menyandang status tidak resmi sebagai “juara bertahan”. Rekornya cukup mengesankan: hampir tidak pernah kalah.

Kalaupun situasi pertandingan mulai terlihat mengarah pada kekalahan, entah bagaimana proses administrasinya, hasil pertandingan konon bisa berubah menjadi:

draw.

Padahal badminton sebenarnya tidak mengenal istilah pertandingan seri.

Tetapi namanya juga pertandingan persahabatan. Semua bisa dibicarakan.

Lebih hebat lagi, setelah berhasil memenangkan pertandingan, sang juara bertahan biasanya mengambil keputusan yang sangat strategis:

tidak bermain lagi.

Menang sekali, cukup.

Raket disimpan.

Rekor aman.

Besok datang lagi dengan status belum terkalahkan.

Sebuah strategi mempertahankan gelar yang mungkin perlu diteliti lebih lanjut oleh para akademisi Universitas YARSI.

 

Di balik keseruannya, masih ada satu tantangan yang belum berhasil ditaklukkan: jumlah pesertanya belum banyak.

Padahal lapangannya tersedia, jadwalnya jelas, pemainnya ramah, dan calon lawan sudah menunggu.

Kegiatan badminton dilaksanakan rutin setiap Rabu dan Jumat pukul 06.00–08.00 WIB dan terbuka bagi dosen serta tenaga kependidikan Universitas YARSI.

Tidak perlu khawatir kalau merasa belum jago.

Di sini tidak ada syarat harus punya smash 300 kilometer per jam.

 

Tidak perlu punya raket kelas atlet nasional.

Bahkan kalau pukulan masih sering mengenai angin, tetap boleh datang.

Karena tujuan utamanya bukan menjadi atlet Pelatnas, melainkan sehat, bergerak, bergembira, dan mempererat silaturahmi.

Kalau kemudian menang, itu bonus.

Kalau kalah, ya olahraga.

Kalau draw… nah, mungkin Anda sedang bermain melawan sang juara bertahan.

Penulis:
Dr. Toto Heriyanto, S.Pd.I., M.Ag./ Kang Toto 
Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas YARSI Jakarta

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Nun Media Berkah

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu